![]() |
| Dok. Pribadi Yuda Oktana |
"Mandira, Apakah Tuhan sedang online?" kataku waktu itu, saat kita menghabiskan waktu dipenghujung senja di bibir pantai.
"Loh, kenapa? mulai deh kamu nanyain hal-hal yang aneh," keningmu mengerut, heran lagi, entah kesekian berapa.
Dari dulu, aku memang aneh, kamu tentu tahu, menanyakan sesuatu yang tak perlu ditanyakan bagi kebanyakan orang.
Aku heran saja, kenapa banyak orang berdoa di facebook, bbm, line, dan media sosial lainya. Kenapa banyak orang yang curhat pada Tuhan melalui media sosial:
"ya Allah jika sekiranya dosa kami ini banyak berilah azab kepada kami, agar kami sadar bahwa itu semua adalah teguranmu ya alla.. amin" tulis seseorang yang tak bisa disebutkan namanya di facebook.
"ya Allah... ya Tuhanku, ampunilah dosaku-dosa kedua orang tua dan keluargaku," doa sesorang di path.
"Ya Allah, knpa banyak masalah dan ujian datang silih berganti ya allah, hamba menerima semua ujian dari-Mu tulus dan ikhlas, mungkin dibalik ini ada hikmahnya ya Allah," lirih yang lain di bbm.
"Ya Allah, kenapa aku terus yang harus disakiti, kenapa tidak yang lain, aku hanya ingin bahagia ya Allah," keluh seorang cewek di facebooknya.
Kamu hanya diam saja, mempersilakanku menumpahkan semua penjelasan.
Melihat banyaknya deretan doa di dinding facebook, aku jadi bertanya-tanya, kenapa orang lebih banyak dan suka berdoa dan meratap di faceobook dan media sosial lainnya dari pada di Masjid, di atas sajadah? Apakah Tuhan sedang online? Dia online di mana, mungkinkah Tuhan online di atas sana(arsy)? Lalu, kira-kira Tuhan pakai provider apa ya? pasti kecepatan jaringan melebihi apa yang kita bayangkan sehingga Tuhan bisa dengan mudah melihat doa-doa hambanya di media sosial. haa!
Apakah Tuhan menglike doa-doa kita, mengcomment lirih-lirih kita?
Aku penasaran, lalu mencoba mencari akun Tuhan, di search facebook aku ketik: Tuhan, Official Tuhan, Akun Tuhan. Tapi sayang, melebihi seribu kali sayang, mesin pencari ini selalu mengabarkan,"pencarian tidak ditemukan."
Jika Tuhan benar-benar sedang online? aku hanya ingin bilang, "Tuhan, aku di sini dan baik-baik saja." Aku tak sedang berdoa, hanya ingin mengabarkan keadaanku pada Tuhan. Dan, tentu saja, aku berharap, semoga suatu saat Tuhan melihat statusku atau dengan sengaja menstalk profilku, kemudian Tuhan menglike dan mengcommentnya, "baiklah" lalu Tuhan mengirimku emoticon senyum " :-)"
***
"Apakah kamu tidak pernah berdoa di facebook?" tanyamu, setelah aku berkata banyak.
"Ummm... pernah, dulu, ketika masih alay-alaynya pakai facebook," kataku, malu-malu.
Kamu tertawa mendengar pengakuanku, aku pura-pura cemberut, tapi aku selalu suka caramu tertawa.
"Emang kamu nggak?" aku balik bertanya padamu.
"Ummm..." kamu pura-pura menahan jawabanmu, "pernah gak ya?" katamu, genit. Aku pura-pura kesal, lalu menatapmu lekat, ah, aku juga selalu suka ekspresimu saat berpikir.
"Pernah juga... dulu... ketika masih alay-alaynya," katamu tertawa. Aku juga tertawa. Tawa kita pecah.
Lalu senja perlahan tenggelam dalam pelukan bumi.
Tetiba aku ingat sebuah ayat:
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (QS. Al-Baqarah : 186)
Lalu, mengapa terlalu jauh memasuki dunia maya untuk berdoa? sedang Tuhan sangat dekat dengan kita.
Rumah kata, 09 Februari 2016

0 komentar:
Posting Komentar