Kau Tak Sendiri


Ilustrasi 

Disaat kau merasa hidup sendiri, tak ada yang mempedulikanmu. Disaat kau berpikir semua akan berakhir, disaat kau merasa lelah dan mulai menyerah, disaat kesepian menyelimuti dirimu, maka ikutilah aku, lakukanlah dengan iman,

Pejamkanlah matamu, lalu sebutkan sepuluh nama orang yang paling kau cintai dalam hidupmu

Ketika kau menyebut nama pertama, lihatlah dia tesenyum di kepalamu. Ketika kau menyebut nama kedua, rasakanlah peluk kasihnya menghangatkan hatimu. Begitupun ketika kau sebut nama ketiga, rasakanlah sesuatu merambat dalam hatimu, lalu nama keempat-kelima-ketujuh dan seterusnya. Percayalah padaku, ketika kau sampai pada nama kesepuluh, kau akan menyadari bahwa kau tak sendiri.

Pelan-pelan, bukalah matamu, mengikuti denting piano yang mendayu, lalu rasakanlah sesuatu medesir gamang dalam hatimu, menyusup di balik-balik darahmu, menjadi sebuah rasa yang jika sampai pada saraf bibirmu, dia akan melengkungkan senyum tulusmu, menjadi sebuah energi yang menguatkanmu.

Maka, setelah itu, rayakanlah cintamu dengan iman bersama mereka dihatimu, pijarkan gemerlap kebahagiaan dikelopak matamu, lalu tayangkanlah slide senyuman mereka dilangit-langit ingatanmu, maka, rasakanlah kau menjadi manusia paling beruntung.

Kapanpun, hidup memang tak seperti yang kau harapkan, yang kau inginkan, tapi teruslah melangkah, hadapilah, selamilah, resapilah setiap perjalanan yang kau tapaki, ketika kau merasa tak sanggup lagi, maka ikutilah aku, inilah cara yang ku dapati dari Fahd Pahdepie:

Pejamkanlah matamu, lalu sebutkan sepuluh nama orang yang paling kau cintai dalam hidpulah

Maka, tersenyumlah, kau tak sendiri, ada mereka, orang-orang yang paling kau cintai yang selalu berada di sisimu,  meski barangakali tak benar-benar berada di sampingmu dalam wujud. Mereka dekat, dekat sekali denganmu, kedekatan yang menembus jarak dan waktu. Kapan pun kau bisa bersama mereka.

Ketika kau terjatuh, maka ada yang selalu akan membantumu untuk bangkit—memegang erat tanganmu lalu menarikmu kembali untuk tegap berdiri. Disaat kau merasa tersesat, maka tetap tenang, ada mereka sepuluh nama yang kau sebutkan, yang selalu memeberikan petunjuk untukmu kembali pulang—membuka selebar-lebarnya “rumah” untuk kau pulang.

Barangkali saat ini, amarah menguasai dirimu, maka ledakkanlah! Brangkali saat ini kesediahn meliputi dirimu, maka menangislah! Barangkali  saat ini kesepian menyelimuti dirimu, maka birakanlah! Setelah itu, Pejamkanlah matamu, lalu sebutkan sepuluh nama orang yang paling kau cintai dalam hidpulah

Biarkan mereka dengan kekuatan cinta yang mereka miliki, biarkan senyawa keimananmu memadamkan amarahmu, menghapus kesedihan dalam dirimu dan menyingkirkan kesepian dirimu.
Setidaknya hari ini, kau bisa melepaskan semuanya, merayakan gemerlap cinta bersama mereka, disaat kau memejamkan matamu, lalu menyebut nama mereka, kemudian membayangkan mereka berada disisimu, menghadirkan pelangi senyuman dilangit-langit ingatanmu dan menyanyikan harmoni cinta dengan caramu sendiri.

Apakah hanya sepuluh nama?, tentu saja tidak, kau boleh menyebut nama orang yang kau cintai sebanyak mungkin. Semakin banyak, maka ku pasatikan kau menjadi manusia paling beruntung, maka berbahagialah.

Tapi lakukanlah semua itu dengan imanmu, lalu rasakanlah sesuatu merambat dalam hatimu, mendesir manja dalam hatimu, cahaya-cahaya kedamaian berpijar dalam hatimu. Setelah itu, ku ucapkan “Selamat Datang di Kota Iman,” sebuah kota impian.

Kota Iman, 13 November 2014

0 komentar:

Posting Komentar